Informasi Lengkap Universitas Dan Perguruan Tinggi

Enam Universitas Di Singapura Tidak Akan Naikan Iuran Sekolah Untuk Mahasiswa Singapura

admin
admin
April 29, 2020May 27, 2020

Enam universitas otonomi di Singapura memutuskan tidak akan menaikan iuran sekolah untuk mahasiswa yang mendaftar pada tahun 2020. Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Pendidikan.

Warga Singapura yang mendaftar dengan program yang disubsidi pemerintah pada 2020 akan membayar iuran yang sama dengan iuran tahun 2019.

Untuk program pasca sarjana, mereka akan membayar iuran yang sama dengan 2019 untuk pendidikan tahun pertama mereka.

Ini tidak berlaku untuk para pendatang yang pemegang permanen residen dan juga mahasiswa internasional.

Keenam universitas tersebut adalah Nanyang Technological University (NTU), National University of Singapore (NUS), Singapore Management University (SMU), Singapore Institute of Technology (SIT), Singapore University of Technology and Design (SUTD) dan Singapore University of Social Sciences (SUSS).

Enam Universitas Di Singapura Tidak Akan Naikan Iuran Sekolah Untuk Mahasiswa Singapura

Untuk mahasiswa kategori sarjana dari tahun 2019 dan lebih awal akan terus membayar iuran yang sama ketika mereka sisa durasi pendidikan mereka, sejalan dengan sistem biaya berbasis pada kelompok yang dimana sering digunakan untuk pendidikan pasca sarjana.

Untuk pasca sarjana yag mendaftar 2019 atau sebelumnya, kenaikan iuran yang awalnya direncanakan akan ditunda dan mereka akan membayar iuran tahun ini sama dengan iuran 2019.

Iuran pendidikan pasca sarjana juga diikuti oleh biaya jadwal yang ditentukan pada tahun dimana mengajukan pendaftara dengan kenaikan tahunan telah direncanakan untuk sisa waktu pendidikan.

Biaya jadwal untuk sisa durasi pendidikan akan juga ditinjau sebelum dimulainya tahun ajaran 2021.

Detail untuk iuran sarjana dan pasca sarjana akan dirilis oleh Kementerian Pendidikan pada situs resmi kementerian tersebut.

Langkah universitas ini dilakukan setelah ekonomi Singapura mendapatkan dampak yang cukup keras dari wabah virus corona.

Minggu lalu, pemerintah mengumumkan paket 48 miliar dollar Singapura untuk membantu para pekerja dan bisnis menghadapi pandemi ini dengan sebagian besar dialokasikan untuk mereka yang paling terdampak sekaligus memperkuat ekonomi dan ketahanan sosial.

“Sebagai institusi kunci nasional dengan misi publik, universitas otonomi ini berkomitmen untu memastikan bahwa pendidikan tinggi tetap terjangkau untuk warga Singapura terutama selama waktu yang penuh tantangan ini,” tulis MOE.

“Langkah ini sejalah engan penundaan kenaikan biaya pendidikan oleh pemerintah yang dimana diumumkan baru-baru ini dibawah anggaran ketahanan.”

Universitas juga melangkah lebih jauh untuk membantu para mahasiswa dengan kebutuhan keuangan mereka.

Dukungan keuangan ini akan terus diperpanjang melalui kombinasi antara bantuan pemerintah dan keuangan yang disediakan oleh universitas.

“Universitas otonomi dan MOE akan mengawasi situasi secara seksama dan mendukung mahasiswa Singapura selama masa yang penuh tantangan ini,” tulis MOE.

Sejauh ini pemerintah Singapura telah menghimpun dana yang digunakan untuk memastikan negara tidak kehabisan anggaran untuk menghadapi virus corona. Beberapa upaya adalah dengan mengalokasikan dana dari operator lotere dan bandar togel Singapura yang awalnya untuk keperluan pengembangan area pesisir pantai menjadi bantuan pendidikan bagi para mahasiswa.

admin
Beasiswa